Tasawuf di Era Modern

Bismillahirrahmanirrahim… Tasawuf adalah salah satu bidang dirasah Islamiyah yang dapat dipelajari dan didalami oleh siapa saja yang telah memiliki landasan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana fiqih, hadist, tafsir, nahwu, dan lainnya. Ia memiliki garis historis yang dapat ditarik jauh sebelum agama Islam datang, walaupun istilah tasawuf sendiri muncul setelah Rasulullah wafat. Pengertian  dari istilah Tasawuf sangat… Continue reading Tasawuf di Era Modern

90 Tahun Cahaya

Ufuk dalam kenangan menyinari setiap denyutan langkahku Terpaan cahaya pagi mengajak pikiranku terbang melayang Sejenak terlintas di benak kalbu akan keajaiban lampau 90 tahun yang lalu Akar-akar kehidupan menguatkan tubuh bibit-bibit kampung damai   Ketika kuputar kehidupan Tanah gersang tak bernyawa iman meluas Badai kekejian menggebu tiada henti Tak sadarkan diri bahwa Dia Yang Agung… Continue reading 90 Tahun Cahaya

ٍSekularisme dalam Sosiologi Agama

  Indonesia adalah negara yang amat pluralis. Segala macam bentuk sosial dan kebudayaan hampir dapat kita temukan semuanya di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dimulai dari suku yang beragam, bahasa yang beragam, ras yang beragam, nilai-nilai yang beragam, hingga agama yang beragam dapat kita temukan simulasinya dalam lingkup masyarakat Indonesia. Namun jika dinapak tilasi, sejarah muncul… Continue reading ٍSekularisme dalam Sosiologi Agama

Review: Tajdid dan Modernisasi Pemikiran Islam (Makalah oleh Al-Ustadz Dr. Amal Fathullah Zarkasy, M.A. dalam Jurnal Tsaqofah volume 9, No. 2, November 2013)

  Peradaban akan selalu berkembang seiring berjalannya waktu. Sebagaimana peradaban pada umumnya, Islam sebagai din atau asal kata dalam terminologi bahasa Arab tamaddun (peradaban)[1] pun memiliki siklus tersendiri dalam sejarah. Di satu titik ia berjaya, dan di masa lainnya ia berada dalam keterpurukan. Contoh konkret mengenai proses jaya-runtuhnya peradaban dapat dilihat pada  peradaban Yunani kuno,… Continue reading Review: Tajdid dan Modernisasi Pemikiran Islam (Makalah oleh Al-Ustadz Dr. Amal Fathullah Zarkasy, M.A. dalam Jurnal Tsaqofah volume 9, No. 2, November 2013)

Resume : Liberalisasi Pemikiran Islam (Gerakan bersama Missionaris, Orientalis, dan Kolonialis)

Pada masa kini kita dapat melihat dengan jelas beragam pemikiran barat yang seakan dipaksakan masuk kedalam pikiran beragam bangsa di dunia, khususnya bangsa Indonesia yang mayoritas menganut agama Islam. Hal ini merupakan suatu hal yang tidak wajar, karena umumnya bangsa yang lemah akan meminjam ide, konsep dan tehnik dari yang kuat secara sadar, bukannya dipaksakan… Continue reading Resume : Liberalisasi Pemikiran Islam (Gerakan bersama Missionaris, Orientalis, dan Kolonialis)

“Ghibah”

Di kehidupan sehari-hari kita tidak akan pernah bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan interaksi dan komunikasi dengan sesama. Makin sering kita keluar untuk menjemput pertalian kemanusiaan maka akan makin banyak pula pengalaman dan wawasan yang akan kita dapatkan. Mustahil seseorang dapat hidup sebatang kara tanpa berhubungan sama sekali dengan manusia lainnya. Namun ada satu bentuk dari… Continue reading “Ghibah”

Lebih Tahu

Orang yang selalu
merasa lebih tahu
tidak akan pernah
mendapatkan ilmu baru.

Tidak akan pernah
berkembang.

Bahkan jika ada ahli ilmu
di sekitarnya di mana ia bisa
menimba ilmu darinya,
ia akan enggan
meminta petuahnya.

Sang alim pun akan tetap
diam, enggan membagikan
hikmahnya bagi orang
tak tahu diri ini.

Ia tenggelam
dalam kefanaan ilmu yang
tidak seberapa.

Dangkal.

Ia tidak tahu apa-apa
tapi merasa paling
tahu segalanya.

Jika dimintai
pendapat tidak akan mau
dibantah walaupun apa yang
dinyatakan salah.

Dia bodoh.

Tapi tidak mengakui
dan tidak merasa
bahwa dirinya bodoh.

“Jahil Muraqqab”
kata orang bijak.

Semoga cahaya Tuhan
segera datang
menyinari hati.

Serupa fajar
sinari lembah hingga
siluetnya berangsur tampak
hadirkan realita.